Kamis, 08 Februari 2018

BELUM ADA KONTRAK PENYALURAN BERAS ASN DISTRIK PEDALAMAN PAPUA RESAH


Willem Rihulay SH Kepala PD Irian Bhakti cab. Merauke (fotto Jhon)

Bharindo Irian Jaya; Perusahaan Daerah Irian Bhakti cabang Merauke belum dapat mendistribusikan Beras PNS sesuai Petunjuk Radiogram Direksi No . 01/RDG/000/I/2018 Tentang jatah beras tahun 2018 karna perjanjian kerja (KONTRAK ) belum ada, termasuk utk jatah bulan November dan Desember 2017 juga belum dapat kami Distribusi karenah dana angkutan yang disediahkan oleh pemberi kerja hanya sampai bulan Oktober 2017 ungkap Kepala PD Irian Bhakti Cabang Merauke Willem Rihulay SH kepada Wartawan Media Bharindo di Ruang Kerjanya pada hari Selasa 6 pebruari 2018 pukul 13.00 wita.

Ketika ditanya adanya Keresahan ASN Distrik pedalaman akibat keterlambatan menerima Jatah beras ini " Wem Rihulay. SH menjelesakan bahwa hal ini sangat meresahkan ASN megingat jatah beras adalah merupakan kebutuhan hidup ASN dan keluarganya, ditegaskan pula bawahsanya pada Tahun tahun sebelumnya pekerjaan distribusi jatah beras ASN ini dikerjakan melalui penunjukan langsung kepada PD Irian Bhakti untuk mengerjakanx tetapi sekarang harus menunggu pelelangan (Tender) setelah ada kepastian pemenangan barulah kami melakukan pekerjaan pendistribusian beras tersebut. 

Hal inilah yang menyebabkan keterlambatan dalam pendistribusian Jatah beras ASN ke Pedalaman Papua dan Papua Barat. PD Irian Bhakti Cabang merauke selama ini melayani 4 kabupaten yaitu Kabupaten Merauke, Asmat, Boven Digoel dan Mappi dengan jumlah jatah per bulan kurang - lebih 180 ton atau per tahun kurang - lebih 2.160 ton, dengan menggunakan sarana Angkutan Laut dan Angkutan Darat . 

Perlu diketahui juga bahwa keterlambatan ini sangat berdampak buruk bagi kehidupan ASN dan keluarga yang bekerja di Distrik Distrik pedalaman Papua dan Papua barat, harapan kami ditahun 2018 ini Perjanjian Kerja (KONTRAK ) lebih dipercepat sehingga PD irian Bhakti dapat melayani jatah beras ASN secepatnya ungkap Wem Rihulay SH ( Jhon R)

Selasa, 06 Februari 2018

BARANG KADALUWARSA DIBAKAR, GUDANG PUN IKUT HANGUS


kebakaran gudang barang bekas (fotto tri adi)

Bharindo Jateng; Sabtu tanggal tiga februari 2018 kepala Gudang Indomarco yang beralamat dijalan Geriliya Timur Nomor 1112 Kelurahan Purwokerto Kidul Kecamatan Purwokerto Selatan menyuruh karyawannya untuk memusnahkan barang-barang kadaluwarsa berupa pepsi cola, susu, Chiki snak dalam kemasan botol plastik dalam jumlah banyak dengan cara dibakar.

Lokasi pembakaran terletak dibelakang gudang dengan jarak kurang lebih 35 meter. proses pembakaran pun berlangsung hingga hari senin tanggal 5 februari 2018, sekitar pukul 23.00 api pun membesar hingga api pun melalap hampir seluruh gudang yang berisi tumpukan barang bekas.

Pada saat kejadian tersebut Patroli dari Polsek Purwokerto Selatan yang dipimpin oleh AKP. SUGENG RIKUSTOWO bersama tiga orang anggota Polisi melintas ditempat terjadinya kebakaran hingga dengan sigap segera menghubungi Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas, api pun dapat dipadamkan oleh regu pemadam kebakaran Kabupaten Bayumas sekitar pukul 24.00

dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa dan kerugian materil kata AKP. SUGENG RIKUSTOWO kepada awak media Bharindo. (tri adi)

Minggu, 04 Februari 2018

BRIMOB GADUNGAN DIRINGKUS



Atribut Brimob yang digunakan pelaku (fotto tri adi)
Bharindo Jateng; Berbagai cara orang dilakukan untuk melancarkan/memuluskan suatu urusan, Ini terjadi di Mapolres Pemalang, seseorang yang mendatangi Mapolres Pemalang  mengaku Brimob dengan pangkat Iptu dengan identitas: Nama: SETYO BUDI Tempat tanggal lahir : Pemalang 04-06-1974 Agama: Islam Alamat: Desa. Temu ireng Rt. 16 Rw. 03 kelurahan Temuireng Kecamatan  Petarukan Kabupaten  Pemalang dengan menggunakan seragam Brimob lengkap untuk memudahkan urusan dia dengan rekannya. 
Dengan kesigapan dari tim intelmob exwilayah pekalongan dipimpin oleh Aiptu Lilik yang berkoordinasi dengan tim Mapolres Pemalang meringkus Brimob gadungan tersebut.
Dari hasil penagkapan Brimob gadungan tersebut tim mengamankan barang bukti berupa\1 kta atas nama. SETYO BUDI Pangkat IPTU Nrp. 74060124 Jab. Ba Intelkam, 1 setel pakaian PDL 1A, 1setel pakaian PDL 2A.3,  Tas ransel bertuliskan Gegana,  1 buah dompet berisi uang tunai dan identitas KTP, SIM A & C atas nama Setyo Budi.
ini terjadi pada  hari Sabtu 3 Feb 2018 sekitar Pukul 09.00 Wib tersebut datang di Mapolres Pemalang berseragam dinas Brimob lengkap dengan tujuan menyelesaiakan permasalahan terkait ganti rugi yang diakibatkan laka lantas. 
KTA aspal hasil scan (fotto Irfan D'6000)
dari penyidikan yang dilakukan oleh tim diperoleh keterangan bahwa yang bersangktan berpura pura sebagai Brimob gadungan ini sudah berjalan kurang lebih 5 Tahun untuk mengelabui istri keduanya. KTA yang digunakan adalah hasil scan dari KTA Anggota. 
Awak media Bharindo mengkonfirmasi hal ini kepada Kapolres pemalang melalui Aiptu Lilik membenarkan kejadian tersebut. (irfan D'6000 & tri adi)

Jumat, 02 Februari 2018

Pencurian digagalkan warga, Pelaku ditangkap Polisi



Pelaku pencurian (fotto ludy)

Bharindo Semarang; kamis satu (1) februari 2018 pada jam 10 pagi seorang warga bernama Nurul Mardianto yang pada saat itu melintas di  perum puri delta asri V Blok.F.3 no.24 Rt.05 Rw.15 desa.Kalongan kecamatan Ungaran timur kabupaten Semarang melihat seseorang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio 125 berwarna merah dengan nomor Polisi H 558 ADD.
Berhenti di depan rumah korban dan merusak gembok pintu pagar kemudian masuk keteras dan mendekati sepeda motor ysng terparkir diteras rumah tersebut.
Melihat tingkah pencuri seperti itu Nurul mengambil Hand Phone miliknya lalu merekan kejadian tersebut dari dalam rumah yang mana rumah Nurul berada didepan rumah korban. 
Dengan rasa curiga yang makin tinggi Nurul pun keluar rumah sambil menghubungi istri korban yang bernama Yuni Dwi Hidayat 30 tahun dan meminta kepada istri korban agar segera menghubungi suami dan pihak kepolisian.
Nurul yang sudah berada dilokasi tempat kejadian Perkara mendapati pelaku yang lagi beraksi dengan misinya segera bertanya apa kerperluan orang tersebut (tersangka). 
barang bukti lain yang ditemukan dibawah pelaku (fotto demas)
Karena ketahuan aksinya maka tersangka berupaya untuk kabur dengan sepeda motornya tapi hal itu dapat digagalkan oleh Nurul  dengan cara menjatuhkan sepeda motor yang dikendarai tersangka sambil berteriak MALING sehingga warga sekitar pun datang dan segera menghakimi tersangka hingga tersangka sempat jadi bulan bulanan warga.
atas kejadian tersebut Korban segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Ungaran guna proses lebih lanjut, mendapati laporan tersebut Polisi pun bergerak cepat ke tempat kejadian perkara dan mengamankan tersangka. 
Hingga saat ini tersangka diamankan di Polres Semarang guna pemeriksaan lebih lanjut serta pendalaman kasus lain yang terkait dengan tersangka.
Kapolsek Ungaran KP. M. Aslam, SH. M. Si ketika dikonfirmasih oleh awak media Bharindo membenarkan akan hal ini memang benar telah terjadi percobaaan perampokan diwilayah hukum polsek Ungaran. (ludy&demas)

Kamis, 01 Februari 2018

DI BANYUMAS DENSUS 88 TANGKAP TERDUGA TERORIS


Rumah kediaman terduga teroris SIDIK (fotto tri adi)

Bharindo Jawa Tengah; Densus 88 Anti Teror Polri menangkap empat orang terduga teroris dimana salah satu terduga teroris ditangkap di Banyumas pada hari ini Kamis, jam 11.00 wib, tanggal 1 Februari 2018 banyumas, Jawa Tengah. 

Terduga teroris bernama  SIDIK Alamat : Jl. Agus Salim GG. VI, rt 03/rw 011, Karang Pucung, Purwokerto Selatan, Banyumas, dalam keseharian berprofesi sebagai pedagang usaha grosiran yang menjadi tempat penangkapan tersangka.

Yang di Banyumas sudah tepat orangnya. Karena dia masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Terlibat dalam beberapa jaringan di Filipina. Juga menghubungkan penjual senjata dan yang lain," kata Brigjen Pol M. IQBAL Karo PENMAS Divisi Humas Mabes Polri

Sidik yang  diduga menyembunyikan dan memfasilitasi DPO kasus penyelundupan senjata dari FIlipina atas nama Ageng Nugroho yang merupakan kelompok Suryadi Mas'ud.

Selain itu, Sidik diduga ikut memfasilitasi dan mendanai kelompok teroris Ageng untuk berangkat ke Filipina Selatan. Sidik saat ini masih menjalani pemeriksaan. 


"Kita masih mendalami hal ini. Tapi diduga masuk kelompok Suryadi Mas’ud, yang dari Filipina. Sementara yang di Temanggung saat ini sedang dilakukan pendalaman," pungkas Brigjen Pol M. Iqbal kepada awak media Bharindo. (tri adi & irfan D'6000)