Selasa, 23 Januari 2018

MAYAT DIKELURAHAN SAMBIROTO


Korban pembunuhan (fotto demas)
Bharindo Jateng; Sosok mayat pria tanpa identitas menghebohkan warga perumahan Bukit Cendana II, Kelurahan Sambiroto, Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (20/1/2018) pukul 21.30 WIB. Mayat itu tergeletak bersimbah darah di pertigaan Jalan Cendana Selatan IV RT 3 RW 9, Sambiroto, Tembalang. Ciri-ciri mayat berusia sekitar 25 tahun, rambut hitam ikal, kulit sawo matang, tinggi badan sekitar 165 centimeter, mengenakan kaus lengan pendek warna abu-abu dan celana panjang warna krem. Saksi mata, Andri Julianus Tejo (45) mengatakan kali pertama melihat jenazah dalam posisi telungkup. Kala itu Andri sedang perjalanan dari rumah orangtuanya kembali pulang di kediamannya, Jalan Cendana Utara III, RT 2 RW 9, Sambiroto, Tembalang. "Saya sampai rumah lalu laporan ke pak RT. Jenazahnya sudah bersimbah darah," ujarnya. Hasil pemeriksaan Inafis Polrestabes Semarang, ada luka berupa sayatan di jari kelingking kanan dan luka gorok di leher. Usai pemeriksaan, jenazah dievakuasi tim Inafis ke Kamar Mayat RSUP Dr Kariadi Semarang. [21/1 21:49] Triyadi Jatenh: Kepolisian saat ini masih mengumpulkan informasi terkait temuan jasad pria yang diduga korban pembunuhan di Perumahan Bukti Cendana, Sambiroto, Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (20/1/2018). Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji, menuturkan, dari hasil identifikasi, ditemukan luka sayatan lebar di leher korban. Pria yang akrab disapa Abi ini menduga luka sayatan tersebut akibat digorok oleh seseorang. "Ada sayatan cukup lebar di leher korban, dimungkinkan itu digorok oleh seseorang," kata Abi, Minggu (21/1/2018). Abi belum bisa memastikan apakah korban dibunuh di lokasi atau di tempat lain. Pihaknya meminta waktu untuk segera mengungkap temuan jasad yang diduga korban pembunuhan tersebut. "Kami mohon waktu untuk memastikan. Apakah korban dibunuh di tempat lain atau di sini. Informasi apapun akan kami dalami termasuk rekaman CCTV dari rumah warga," katanya. Saat ini, kata Abi, pihaknya masih melakukan identifikasi siapa korban. Saat ditemukan, tidak ada satupun tanda pengenal yang melekat di tubuh korban. "Kami sudah bawa ke RS Bhayangkara untuk otopsi termasuk identifikasi korban ini warga mana, identitasnya siapa," katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan warga tergeletak bersimbah darah di Perumahan Bukit Cendana, Kota Semarang, Sabtu (20/1/2018) sekitar pukul 21.30. Korban ditemukan tepat di pertigaan Jalan Cendana Selatan IV. Dari identifikasi awal, korban diperkirakan berusia di atas 30 tahun, kulit sawo matang, rambut ikal, tinggi badan sekitar 165 sentimeter, mengenakan kaus lengan pendek warna abu abu dan celana panjang warna krem. Ditemukan luka sayatan di leher korban Laporan media BHARINDO ( Bhayangkara Indonesia, Ludi & demas) 

Sabtu, 20 Januari 2018

LAGI-LAGI ANGGOTA POLRI JADI SASARAN PEMBUNUHAN


korban pembunuhan (fotto dimas)

Bharindo Jateng; Hari Sabtu tanggal 20 Januari 2018 di Jalan Arteri Yos Sudarso arah bandara (kalibanteng) tepatnya didepan Hotel Puri Garden dan tempat pembuangan sampah melintas di jalan tersebut Andhika Bagass Prahara 33 tahun dan Gunawan 46 Tahun dimana kedua saksi tersebut baru saja pulang  dari kawasan Cipta (gudang kontainer), sesampai di trafik light  Anjasmoro mereka  berhenti. Setelah lampu hijau meraka  melaju dan berjarak sekitar 400 meter dari trafik light  diketahui oleh saksi ada orang tergeletak dan berusaha untuk minta bantuan kepada kedua saksi. maka saksi pun mendekat untuk memberikan pertolongan dan mereka mendapati  seorang laki - laki degan memakai gampol Polri dalam posisi tertelungkup masih bernafas, memakai helm warna putih, jaket warna hitam bertuliskan zirang honda disampingnya sepeda motor roda dua mio warna biru No. Pol : K-6535-RS dalam keadaan terjatuh ke samping kanan dan mengeluarkan darah yang cukup banyak. Kemudian dilakukan pengecekan oleh saksi  korban masih bernafas. Tidak ditemukan tanda tanda  bekas kecelakaan seperti goresan & posisi spm mesin mati, kunci kontak off dan posisi standar samping dalam keadaan parkir. 
olah TKP (fotto ludy)
Hal itu segera dilaporkan oleh para saksi ke kantor Poltabes semarang diterima oleh KSPKT Regu III Aiptu Rukhani, mendapatkan laporan tersebut maka Kapolrestabes langsung memimpin jajarannya yang piket saat itu diataranya piket Intelkam, Piket Polsek, Kasat dan Wakasat Reskrim, Kapolsek Semarang Barat segera mendatangi Tempat kejadian perkara dan menemukan seseorang yang telah meninggal dunia dimana diketahui bahwa yang meninggal dunia adalah  Samsul Huda Pangkat Aiptu Nrp 69040485 Anggota Lalu Lintas Kp3, Magelang 2 April 1969, agama Islam, Jalan. Candi Mutiara Timur IV/337, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan.
Korban pun segera dilarikan ke rumah sakit Karyadi untuk dilakukan otopsi. dari hasil otopsi yang dilakukan oleh tin INAFIS didapati beberapa bagian tubuh korban diantaranya luka benda tajam di jari kelingking sebelah kanan, jari jempol sebelah kiri. Paha korban sebelah kanan bagian belakang robek, luka tusuk di dada kanan sebalah atas dan tengah, luka tusuk di perut sebalah kanan dan kiri. terdapat sobekan pada tas dan jaket korban bagian depan sebelah kanan, tembus gampol, rompi dan baju dalam mengenai bagian perut sebelah kanan dan kiri sepanjang tiga (3) centi meter (cm).
Inafis Sat Reskrim dan Laka Lantas Polrestabes pun bergerak cepat untuk melakukan oleh Tempat kejadian Perkara dan segera memburu para pelaku pembunuhan.
Awak media Bharindo ketika mengkonfirmasi hal tersebut ke Kapolrestabes melalu KSPKT yang berdinas saat itu Aiptu Rukhani membenarkan kejadian tersebut. (ludy&dimas)

Rabu, 17 Januari 2018

POLRES BANYUMAS BERDUKA

Almarhum AIPTU SUDARTO


Bharindo Jateng, Inalillahi waina ilahi roji'un; Hari Rabu Awan hitam terbungkus duka menyelimuti Polres Banyumas lebih khususnya bagi Anggota Polisi Repubik Indonesia yang bertugas di Polsek Lumbir Kabupaten Banyumas. Salah seorang Putra terbaik daerah itu yang semasa hidupnya dihabiskan mengabdi pada bangsa dan negara untuk menjaga keamanan wilayah kabupaten Banyumas khususnya yang berada diwilayah Hukum Kecamatan Wangon  Kabupaten Banyumas yaitu AIPTU SUDARTO menghembuskan nafasnya yang terakhir dikarenakan serangan jantung dirumah kediaman beliau desa Jambu Grumbul Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas.
Semasa hidup Almarhum dikenal sangat baik dan ramah oleh Warga dan rekan sejawat yang berdinas di Polsek dalam menjalankan tugas Almarhum dimana Almarhum mengembang tugas sebagai KASI HUMAS Polsek Lumbir kabupaten Banyumas. 

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudantara Salamun SIK (pegang tongkat komando), fotto Triyadi
Sebagai bentuk penghormatan terakhir almarhum dalam menjalankan tugasnya KAPOLRES Banyumas AKBP BAMBANG YUDANTARA SALAMUM SIK mendengar kabar tesebut meninggalnya almarhum  segera memerintahkan kepada seluruh Kapolsek yang berada diwilayah Hukum Polres Banyumas agar dapat mengirimkan anggotanya satu regu perpolsek untuk mengikuti prosesi upacara persemayaman di rumah Duka Grymbul Blumbang Rt 1/12 desa Jambu Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas. Kapolres Banyumas menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam serta merasa kehilangan atas meninggalnya Almarhum, kepada seluruh Anggota Polisi yang berada diwilayah Hukum Polres Banyumas Kapolres sangat berharap dapat mengambil contoh suri tauladan yang telah dicontohkan almarhum semasa beliau berdinas di kepolisian Republik Indonesia ini, sebagai bentuk rasa hormat dan bangga pada almarhum Kapolres Banyumas AKBP BAMBANG YUDANTARA SALAMUM SIK turut menggotong keranda jenazah Almarhum sampai ke tempat pemakaman. Semoga Almarhum Khusnul Khotimah Amin ya Rabal alamin. (triyadi Jateng)

Senin, 15 Januari 2018

LAWATAN PRESIDEN RI JOKOWI WIDODO KE BERBAGAI DAERAH DI JAWA TENGAH


Fotto; Lawatan Jokowi Keberbagai Daerah di Jawa Tengah (irfanD'6000 dan TAS)


Bharindo Jateng;  Senin, 15 Januari 2018 Presiden Jokowi Widodo mengadakan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah dengan berbagai agenda kenegaraan yang akan dilaksanakan Prsiden di daerah tersebut. Pesawat yang membawa Bapak Presiden bersama Ibu Negara Jokowi Widodo tiba dibandara udara  Ahmad Yani Semarang dengan menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia 1 melalui pangkalan TNI-AU Halim Perdana Kusuma yang disambut Oleh Bapak Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo, Ketua DPRD provinsi Jawa Tengah serta Kapolda dan Pangdam yang didampingi masing-masing oleh istri. setelah beristirahat sejenak Presiden RI Jokowi widodo bersama rombongan berganti pesawat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI-AU. sekitar pukul  09:30 WIB presiden RI-1 landing di Alun-alun Kajen langsung menuju Pendopo Pemerintah kabupaten Pekalongan disambut Bupati Pekalongan dan Habib Luthfi untuk  bertemu dan berdialog bersama para ulama dan kyai
Presiden RI Jokowi Widodo masih menggunakan sarung   yang dipakainya  membuka secara resmi  Muktamar NU ke-XII Jam'iyyah Ahlih Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) di Masjid Alun-alun Kajen, dihapan Presiden Ri Jokowi Widodo bapak Gubernur Jawa Tengah juga memberikan sambutan setelah melaksanakan Shalat Dzuhur presiden Ri Jokowi Widodo menyerahkan bantuan sosial Kartu Indonesia Pintar Kepada siswa Sekolah Menegah Atas Negeri satu (1) dan menyerahkan Program Keluarga Harapan. 
Setelahnya, Presiden RI Jokowi widodo bersama rombongan dengan menggunakan Helikopter Puma TNI-AU bertolak menuju kabupaten Tegal dan landing di GOR Trisanja Slawi, sebelum melanjutkan berbagai agenda di Kabupaten Tegal Presiden RI Jokowi menyempatkan untuk mencicipi salah satu kuliner khas Kabupaten Tegal, yakni sate. Sate Batibul Bang Awi di Jalan Raya-Ujungrusi Adiwerna menjadi pilihan Jo‎kowi beserta rombongan untuk makan siang setelah mendarat di GOR Trisanja, Slawi. Batibul adalah akronim bawah tiga bulan yang merujuk pada umur kambing yang disate. Kesempatan kunjungan itu pula dipergunakan semaksimal mungkin oleh warga untuk dapat berkomunikasi langsung dengan Presiden, dialog pun berlangsung antara warga nelayan kabupaten tegal dimana para nelayan sangat berharap agar program kerja Pak Jokowi berkesinambungan karena sudah sangat dirasakan oleh rakyat apa kinerja pak Jokowi ungkap perwakilan Nelayan dalam dialog tersebut. 


Lapangan Dukuhsalam yang telah dipadati warga masyarakat menunggu Presiden dan rombongan akhirnya terobati dengan kedatangan sang pemimpin Negara, dalam kesempatan itu Presiden RI Jokowi Widodo menyerahkan 5.500 sertifikat tanah dari Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)/Prona, dengan  rincian  penerima sertifikat dari Kota Tegal sejumlah 500 org, Kabupaten Tegal 3.000 orang, Kabupaten Brebes 1.000 orang dan Pemalang 1.000 orang yang kesemuanya  diserahkan secara simbolis kepada 12 orang yg mewakili seluruh penerima sertifikat. pada pukul 15.00 WIB Presiden RI Jokowi Widodo bersama ibu negara dan Rombongan kenegaraan meninggalkan lapangan Dukuhsalam utk melanjutkan perjalanan daratnya menuju Banjar Patroman Jawa Barat. rencananya Presiden dan Ibu Negara Jokowi Widodo beserta rombongan akan bermalam di Kabupaten Banjar sampai ke esokan harinya. (IrfanD'6000 dan TAS)

Rabu, 10 Januari 2018

GRANAT DITEMUKAN WARGA DIPEKARANGAN RUMAH


Tim JIBOM Unit 3 Gegana Banyumas
Bharindo Purwokerto, Selasa, sembilan (9) Januari 2018 sekira pukul tiga belas (13.00) waktu Indonesia Bagian Barat  (wib) seorang ibu yang bernama  Ibu Samirah beralamatkan di  Rt 01 Rw 04 Dusun Ciwuntu Sumingkir kecamatan  jeruklegi Kabupaten Cilacap sedang membersihkan pekarangan rumah dan tidak sengaja melihat benda berbentuk besi bulat yang sudah berkarat kemudian ibu Samirah melaporkan kepada bapak. Teguh selaku kepala Dusun (Kadus) Dusun Ciwuntu dan meneruskan ke Kepala Desa (Kades) Sumingkir selanjutnya melaporkan ke polsek Jeruklegi. Setelah menerima laporan tersebut pihak Polsek segera mengamankan barang tersebut  dimapolsek jeruklegi cilacap guna keperluan penyidikan yang lebih lanjut dari satuan POLRI yang terkait.
 Pukul delapan waktu Indonesia Bagian Barat empat personil dari tim penjinak bom gegana unit tiga banyumas yang dipimpin oleh Iptu. A. Muslih segera mendatangi Mapolsek Jeruklegi ketika mendapatkan laporan akan adanya temuan bahan peledak yang ditemukan warga  diamankan di Mapolsek Jeruklegi.
Identifikasi dan pemusnahan Granat yang ditemukan
Dari hasil koordinasi yang baik antara tim penjinak bom Gegana Unit 3 Banyumas dengan Kapolsek Jeruklegi mampu mengidentifikasi bahwa benda yang diduga sebagai Granat adalah bahan peledak militer berjenis granat manggis berjumlah dua (2) buah dengan kondisi aktif dan berkarat, panjang granat tersebut berada pada tiga belas centi meter dengan diameter sembilan centi meter dan satu (1) buah bahan peledak Militer jenis granat tangan dengan kondisi yang aktif berkarat panjang sepuluh centi meter dengan diameter lima (5) centi meter.
Setelah melakukan Identifikasi dengan jelas dan teliti pada pukul sepuluh waktu Indonesia Bagian Barat tim penjinak bom melakukan pemusnahan yang berlokasi digunung batu Karang kemiri Kecamatan Jeruklegi kabupaten Cilacap dengan hasil granat terbelah selang selanjutnya barang bukti tersebut diserahkan kembali ke Polsek Jeruklegi yang sudah serpihan pecahan bahan peledak.
selama prose tersebut berjalan situasi dan kondisi ditempat penemuan bahkan ditempat pemusnahan tercipta kondisi yang baik dan aman. (irfan&tas)




Kamis, 04 Januari 2018

AKSI KAWANAN PENCURIAN DENGAN KEKERANSAN

rumah korban yang diacak-acak oleh pelaku
Bharindo Purwokerto :  Pada hari kamis tanggal 4 Januari 2018 pukul 01.30 wib Lapsek 05.30 wib sebuah rumah di jalan kertawibawa Rt. 04/04 Kel Pasir Kidul Kec. Purwokerto Barat Kab. Banyumas yang merupakan Tempat Kejadian Perkara (TKP), Pelaku masuk dengan cara membongkar/menjebol pagar tembok selanjutnya mencongkel pintu utama dan mengancam dengan sajam lalu menyekap dengan cara mengikat dengan tali rafia dan melakban mulut selanjutnya mengambil barang berharga KORBAN HARYONO , Banyumas , 16 Desember 1966 , Islam , Pedagang , alamat. jalan kertawibawa Rt. 04/04 Kel Pasir Kidul Kec. Purwokerto Barat Kab. Banyumas 
Kejadian tersebut sempat disaksikan oleh beberapa orang diantaranya Ondah Fitri Agustina berusia 40 tahun, Tarmina 70 Tahun, Ajeng Faiza Pramesti 16 Tahun yang kesemua saksi tersebut beralamakan yang sama di  jalan kertawibawa Rt. 04/04 Kel Pasir Kidul Kec. Purwokerto Barat Kab. Banyumas.

tembok yang dibobol pelaku dijadikan jalan masuk
Dalam pemeriksaan terhadap korban pencurian,   POLSEK Purwokerto Barat yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP. Susanto SH, Kanit Reskrim Aiptu M. Bayu Aji beserta jajarannya diperoleh keterangan bahwa Pada hari kamis tanggal 4 Januari 2018 sekira pukul 01.30 waktu Indonesia Bagian Barat (wib) saat korban sedang tidur tiba-tiba di bangunkan oleh tiga orang yang tidak di kenal dengan mengancam menggunakan senjata tajam, selanjutnya penghuni rumah sebanyak enam orang di ikat dan di lakban mulutnya di kumpulkan di satu kamar, pelaku mengikat menggunakan tali rafia warna kuning dan ungu dan untuk menutup mulut menggunakan lakban warna hitam , pelaku masuk ke setiap kamar dan mengobrak abrik isi almari serta menggondol harta kekayaan korban dan di ketahui korban mengalami kerugian berupa sebesar Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan membawa mobil Yaris warna silver tahun 2008 No. Pol. : R-8853-PH Noka : MRO54HY9184622391 Nosin : 1NZ-X724591 beserta STNK nya atas nama SITI KUNAINAH alamat jln. Kertawibawa Rt. 04/04 Kel Pasir Kidul Kec. Purwokerto Barat Kab. Banyumas. (mobil di taksir sebesar Rp. 90.000.000,00 . Selain berupa mobil dan uang korban juga kehilangan beberapa Handphone lama merk : 1. Samsung warna hitam nomor Hp. 081327028033 ditaksir Rp. 150.000,00 2. Samsung warna hitam ( berada di mobil yaris ) nomor 081327113333 ditaksir Rp. 150.000,00 3. Samsung android warna putih nomor 082135332009 ditaksir Rp. 400.000,00 4. HP merk VIVO warna Putih nomor : 0895385895926 Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian total Rp. 140. 700.000,00 setelah mendapatkan laporan tersebut Kapolsek Purwokerto Barat dengan sigap segera membentuk dan mengintruksikan kepada jajarannya bergerak cepat langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), memanggil para saksi untuk dimintai keterangan serta membuatkan laporan polisi.
Sampai berita ini diturunkan Polsek Purwokerto Barat Dipimpin Lansung Oleh Kapolsek terus melakukan pengejaran terhadap kawanan perampok tersebut. (Tri)

Selasa, 02 Januari 2018

NARKOBA, ISTRI PEJABAT WAKIL WALIKOTA GORONTALO TERJARING RAZIA TANGKAP TANGAN



Bharindo Gorontalo : Seorang perempuan, berinisial SD, yang diketahui adalah istri Wakil Walikota Gorontalo, tertangkap tangan oleh Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Gorontalo, pada Selasa Malam (2/1/2018) sekitar pukul 11 malam waktu setempat.
SD diduga kuat bersama sejumlah rekannya sedang mengkonsumsi narkoba di salah satu rumah kopi yang terletak di pojok jalan perempatan  HOS Cokroaminoto dan Jalan Gelatik, Kota Gorontalo.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh team Bharindo  di lapangan membenarkan adanya pemeriksaan di rumah kopi tersebut. Dan tak lama saat tertangkap tangan, SD langsung dikawal naik ke mobil untuk diamankan.
“Iya betul, tadi ada pemeriksaaan di situ (di rumah kopi tersebut). Dan kami melihat sendiri dia (SD) diamankan ke atas mobil pengamanan ,” ujar seorang saksi di TKP yang minta identitasnya tidak ditulis.
Hingga berita ini diturunkan, tak ada satupun yang tahu SD telah diamankan di mana, di Polres Kota Gorontalo ataukah di BNN Provinsi Gorontalo?
Namun yang jelas, saat Team Bharindo melakukan penelusuran, SD tidak ditemui di Polres Kota Gorontalo, melainkan di Kantor BNN Provinsi Gorontalo.
Sayangnya, pihak BNN Provinsi Gorontalo sama sekali belum bisa memberikan keterangan sedikitpun saat ditanyai perkembangan pemeriksaan terhadap diri SD.
Meski begitu, kabar terciduknya istri wakil walikota Gorontalo tersebut langsung menjadi viral di media sosial, seperti di sejumlah grup Facebook lokal dan di berbagai grup whatsapp (WA).
Sementara itu Wakil Walikota Gorontalo, Budi Doku saat kami menkonfirmasi via telepon seluler, mengaku belum mengetahui kabar yang menimpa sang istri. “Belum tahu, nanti besok aja,” katanya singkat.
Namun saat disampaikan bahwa kabar tertangkapnya SD kini sudah menjadi viral di media sosial, Budi Doku yang juga mantan anggota DPD-RI itu hanya menjawab, “Biasalah itu apa lagi menjelang pilwako”. (hl)